Nalitari Tampilkan “47” di Hari Sindroma Down Dunia

Ditulis oleh Harta Nining Wijaya pada Kam, 03/24/2016 – 09:30

nalitari_47.jpg

Solider.or.id, Yogyakarta– Nalitari, komunitas tari yang ada di Yogyakarta turut memperingati Hari Sindroma Down Dunia di Balaikota Yogyakarta, Minggu (20/3) lalu yang diadakan oleh Persatuan Orangtua dengan Anak Down. Nalitari percaya bahwa semua orang memiliki kesetaraan untuk menari, tanpa memandang latar belakang budaya, ekonomi, maupun sosial.

Komunitas tari yang terdiri dari berbagai macam difabilitas ini menampilkan repertoar berjudul “47”. Judul “47” ini berlatar belakang kromosom yang dimiliki oleh down syndrome. “Berbeda dengan orang pada umumnya, yang memiliki 46 kromosom, DS memiliki 47 kromosom dalam tubuhnya. Karena pasangan kromosom ke-21 (trisomi), mengalami pembelahan mitosis abnormal, yang membelah menjadi tiga,”papar Putri Raharjo.

“Kami menari berpasangan (2 orang), di mana terdapat satu kelompok yang berjumlah tiga orang. Kami menari bersama dan seragam, tetapi sesekali ada penari yang menari dengan gerakan berbeda dari kelompok. Hal ini menggambarkan bahwa ada satu anggota kelompok yang berbeda tetapi dia tetaplah anggota kelompok.” Ujar Putri, sapaan akrabnya.

Penari Nalitari yang pentas berjumlah sembilan orang, yaitu:Putri, Kania, Mirza, Lutfi, Duwi, Linda, Kirana, Made dan Tina. “Maunya sih 47 orang penari,” jawabnya sambil tertawa.
“Sebenarnya koreo ini masih dalam proses, masih digodok karenanya masih banyak kekurangan dan perlu evaluasi. Hanya saja saat mendapatkan undangan POTADS, saya memaksakan koreo ini yang ditampilkan, karena pas sekali dengan tema dan waktunya.” Putri menjelaskan.
Kesempatan Bersama Nalitari.

Komunitas Nalitari menjalani latihan dua kali setiap bulan, setiap hari Jumat minggu ke-2 dan ke-4 pukul 16:00-18:00 WIB, di Jalan Mantrigawen Lor No. 9,Yogyakarta. Bagi siapa saja yang berminat menari, tanpa harus memiliki bakat menari, tanpa melihat latar belakang apapun, bisa bergabung dengan Nalitari. “Bersama Nalitari, tidak dipungut biaya atau gratis,” ungkap Putri.

“Tidak hanya menari bersama, di Nalitari kami juga belajar banyak hal dalam komunitas. Persahabatan, kerja sama, dan toleransi. Sangat senang ketika bisa berekspresi bersama teman-teman yang tergabung dalam komunitas yang beragam ini,” pungkas Putri.

Advertisements