Menebar Paradigma Inklusi melalui Tarian

Ditulis oleh solider pada Sen, 06/01/2015 – 16:12

dance_ability

Solider.or.id,Yogyakarta- Nalitari mengadakan pementasan seni tari dengan tema “Exhibition All Bodies Speak” di Auditorium Lembaga Indonesia Prancis pada Kamis malam (28/5). Nalitari mempersembahkan empat penampilan tarian dengan judul dan konsep berbeda dari masing-masing koreografer yang berbeda.

Tiara Brahmarani selaku koordinator penyelenggara acara mengatakan pementasan tersebut merupakan agenda tahunan dan untuk kedua kalinya setelah yang pertama di adakan di Tembi.

“Iya jadi acara ini agenda tahunan kami. Pementasan di sini sudah untuk kedua kalinya. Yang pertama kami sudah perform di Tembi” tutur Tiara.

Lebih lanjut Tiara juga menjelaskan jenis empat tarian yang akan tunjukkan para penari Nalitari tidak terlepas dari metode dasar yaitu dance ability. Metode tersebut lebih banyak pada improvisasi gerakan bebas seorang penari.

“Dari empat konsep tarian tadi, kami menggunakan metode dance ability yang dari awal kami gagas. Metode ini sebenernya lebih ke gerakan bebas si penarinya. Tidak ada gerakan khusus, sehingga mudah untuk dilakukan semua orang” jelas Tiara saat ditemui Solider usai pentas.

Tiara juga menambahi pementasan Nalitari bertujuan untuk menebar paradigm inklusi kepada para penikmat seni tari dan masyarakat umum dengan mangajak semua orang menari dengan metode dance ability.

“Jadi tujuan kami bukan untuk mempertontonkan bahwa ini loh orang-orang difabel juga bisa menari. Tapi kami mengajak kepada penonton ataupun masyarakat luas untuk menari. Di sini kami juga ingin mengingatkan bahwa semua orang bisa menari” tandas Tiara.

Di akhir acara, para performer Nalitari mengajak para penonton naik ke panggung untuk mempraktikkan tarian dengan metodeDanceAbility.[Andy R]

Advertisements