Koreografer Seni yang Inklusi

Pertanyaan yang umum dilontarkan seseorang yang baru saja menyaksikan pementasan Nalitari adalah siapakah sang koreografer di balik tarian tersebut. Pertanyaan lanjutan juga umumnya mengarah pada koreografer: bagaimana ia ‘mengajari’ penari? Berapa lama latihan yang dibutuhkan? Apa kendala atau tantangannya?  Melalui tulisan ini, Nalitari ingin mengajak Anda berkenalan dengan koreografer utama sekaligus salah satu arsitek kegiatan … Continue reading Koreografer Seni yang Inklusi

Advertisements

Makna Inklusivitas dalam Nalitari

Nalitari diundang dalam kegiatan Indonesia Development Forum 2019, di Jakarta Convention Center, 22-23 Juli yang lalu. Forum yang mengundang banyak stakeholders di bidang pembangunan itu menghasilkan empat rekomendasi untuk masa depan yang inklusif. Salah satu dari empat rekomendasi itu adalah mempromosikan ketenagakerjaan yang inklusif.  Bagi kami, sebuah pertanyaan muncul yakni apakah yang dimaksud dengan inklusif?   … Continue reading Makna Inklusivitas dalam Nalitari

Perpisahan yang Manis

Minggu terakhir bulan Agustus dilalui dengan berbagai acara final dan perpisahan bagi Nalitari. Yang pertama, Mimi, pemagang dari Amerika, memfasilitasi workshop  terakhirnya dengan Nalitari pada hari Jumat (10/8) yang diadakan di Gayam16. Fokus dari workshop ini adalah internalisasi teknik teater dan belajar bagaimana menerapkannya dalam pementasan tari, terutama terkait ekspresi wajah dan koneksi emosional dalam … Continue reading Perpisahan yang Manis

Good Goodbye

The last week of August was full of final activities, closing events, and goodbyes for Nalitari. For starters, U.S. intern, Mimi, hosted her last workshop with Nalitari on Friday (10/8) at Gayam16. The workshop focused on internalizing theater techniques and learning how to apply them to dance performance; mainly focusing on the use of facial … Continue reading Good Goodbye

Ajakan Tak Terduga dari Nalitari

Sebagai seorang laki-laki yang terlahir dan besar di lingkup yang konservatif dan sangat dekat dengan keluarga, saya tidak memiliki banyak opsi dalam hal memilih nilai dan pandangan yang bisa saya anut. Khususnya jika berbicara tentang standar maskulinitas di masyarakat yang dibuat untuk dipatuhi oleh mereka yang secara biologis terlahir sebagai laki-laki. Dalam proses saya tumbuh … Continue reading Ajakan Tak Terduga dari Nalitari