Kisah Nadia : Sosialisasi dalam Tari

Nalitari adalah sebuah organisasi yang berdedikasi dalam berbagi dan menyebarkan rasa cinta untuk menari kepada semua orang yang tertarik untuk merasakan keajaiban dalam setiap gerakan. Salah satu pendiri dari Nalitari, Yoana, mendeskripsikan maksud dari komunitas ini adalah untuk “menyatukan semua orang melalui menari, namun tanpa paksaan.”  Tujuan mereka adalah membangun jembatan penghubung dan membantu orang-orang yang berkenan untuk melaluinya.

Hal ini membuka pintu yang membebaskan semua orang dengan segala bagian dari kehidupannya tanpa menghiraukan keterbatasan fisik maupun mental untuk berpartisipasi dalam gerakan dalam tarian. Setiap orang yang berpartisipasi dalam Nalitari bebas mengeksplorasi keterbatasan dan menemukan hal-hal baru dalam diri mereka yang tidak diketahui sebelumnya.

Seorang siswi kelas dua SMA bernama Nadia bergabung dengan Nalitari pada bulan Agustus 2017. Pertunjukkan tari pertama yang dia ikuti adalah di LIP (Lembaga Indonesia Perancis/Institut Francais Indonesia). Nadia berkata bahwa dia menikmati proses menari karena dia suka bergerak, dan di Nalitari dia bertemu banyak teman. Nadia merasa bahagia dalam menari dan dengan terus bergerak, dia bisa tetap sehat. Penampilan favorit Nadia adalah pada sebuah event pertukaran pada bulan Juni ketika dia tampil secara grup bersama teman-temannya.

Nadia diperkenalkan dengan Nalitari oleh seorang pendiri sebuah komunitas seni rupa inklusif di Yogyakarta yang Nadia ikuti bernama Perspektif. Pendiri dari komunitas tersebut memberi tahu ibu dari Nadia tentang Nalitari dan berkatnya sekarang dia lebih mudah bergaul.

Ibu dari Nadia menjelaskan, “Nadia memiliki keterbatasan dalam bersosialisasi, dia tidak bisa berinteraksi secara aktif. Komunitas ini memberikan jalan bagi Nadia untuk berinteraksi dengan teman-temannya maupun orang lain. Nalitari membuat Nadia perlahan mengikis rasa tidak pedulinya untuk bersosialisasi. Dalam berproses di Nalitari, dia perlahan diajari untuk mengenal orang lain melalui sentuhan dan tatapan, lalu sejak itu ada banyak perkembangan dalam diri Nadia. Alasan mengapa Nalitari adalah tempat yang tepat untuk Nadia adalah karena komunitas ini sangat terbuka dan inklusif–semua orang bebas untuk bergabung tanpa menghiraukan kondisi atau keterbatasan yang mereka miliki. Dalam proses menari, Nadia dibimbing oleh anggota komunitas yang lain. Meskipun Nadia memiliki kecenderungan untuk menyendiri, anggota yang lain akan memeluk dan memberikan sentuhan. Hal ini memberikan banyak perubahan pada arah yang positif dalam keseharian Nadia. Sebelum dia mengenal Nalitari, dia tidak sepenuhnya paham pentingnya kehadiran orang lain dalam bersosialisasi. Salah satu contohnya saat waktu istirahat di sekolah, dia sebelumnya tidak ada kemauan untuk memulai percakapan atau bermain dengan teman-temannya. Dia biasanya akan langsung lari untuk bertemu dengan saya.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s